Description by self

Nama : Ramadhani ulnasari
Nama panggilan : Ulan
Hobby : suka memesak, suka menanam enggak suka merawat hehehe
Saya anak bungsu dari lima bersaudara, satu laki-laki dan tiga perempuan.
Setiap hari saya bangun jam setengah empat subuh untuk melakukan semua aktivitas.
Seperti : mandi, Ibadah tepat waktu, bantu-bantu di rumah, sarapan, berangakt kuliah.
Kebiasaan yang harus saya hilangkan di diri saya, sering lupa meletakan barang yang di anggap penting, dan gampang panik.
Yang paling enggak saya sukai dimarahi , di ejek, dan dibawelin……
karena membekas banget dihati.
Add a comment November 6, 2009
*work Breakdown Structure (WBS)*
Breakdown structure (WBS) dalam manajemen dan rekayasa sistem adalah alat yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah diskrit elemen kerja dengan cara yang membantu mengatur dan menentukan ruang lingkup kerja proyek. Wokk breakdown Structure dapat berupa produk, data, dan sebuah layanan atau kombinasi. Sebuah WBS juga menyediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk memperkirakan biaya rinci dan kontrol bersama yang menyediakan petunjuk untuk
Dalam suatu proyek atau kontrak, yang dikembangkan oleh WBS dimulai dengan:
- Tujuan akhir dan
- berturut-turut membagi menjadi komponen dikeloladalam hal ukuran, durasi, dan tanggung jawab (misalnya, sistem, subsistem, komponen, tugas, subtasks, dan bekerja paket)
- yang meliputi semua langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

Add a comment November 1, 2009
Kaitkata: work breakdown Stucture
*penerapan turunan parsial pada kehidupan*
Kalkulus atau Turunan diferensial adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik.
secara fundamental lebih maju dan rumit daripada konsep yang ditemukan di aljabar. contah dalam aljabar, seorang murid mempelajari sebuah fungsi dengan input sebuat angka dan output sebuah angka. Tetapi input turunan adalah sebuah fungsi dan outputnya juga adalah sebuah fungsi juga.
Untuk memahami turunan, seorang murid harus mempelajari notasi matematika. Dalam notasi matematika, salah satu simbol yang umumnya dipakai untuk menyatakan turunan dari sebuah fungsi adalah apostrofi. Maka turunan dari f adalah f’.
-
.
Jika input dari sebuah fungsi adalah waktu, maka turunan dari fungsi itu adalah laju perubahan di mana fungsi tersebut berubah.
Jika fungsi tersebut adalah fungsi linear, maka fungsi tersebut dapat ditulis dengan y=mx+b, di mana:
.
Ini memberikan nilai dari kemiringan suatu garis lurus. Jika sebuah fungsi bukanlah garis lurus, maka perubahan y dibagi terhadap perubahan x bervariasi, dan kita dapat menggunakan kalkulus untuk menentukan nilai pada titik tertentu. Kemiringan dari suatu fungsi dapat diekspresikan:
di mana koordinat dari titik pertama adalah (x, f(x)) dan h adalah jarak horizontal antara dua titik.
Untuk menentukan kemiringan dari sebuat kurva, kita menggunakan limit:
Sebagai contoh, untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3,9):
Kalkulus integral adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari dua konsep yang saling berhubungan, integral taktentu dan integral tertentu. Proses pencarian nilai dari sebuah integral dinamakan pengintegralan (integration). Dengan kata lain, kalkulus integral mempelajari dua operator linear yang saling berhubungan.
Integral taktentu adalah antiturunan, yakni kebalikan dari turunan. F adalah integral taktentu dari f ketika f adalah turunan dari F.
Integral tertentu memasukkan sebuah fungsi dengan outputnya adalah sebuah angka, yang mana memberika luas antar grafik yang dimasukkan dengan sumbu x.
Contohnya adalah jarak yang ditempuh dengan lama waktu tertentu
Jika kecepatannya adalah konstan, perhitungan bisa dilakukan dengan perkalian, namun jika kecepatan berubah, maka diperlukan sebuah metode yang lebih canggih. Salah satu metode tersebut adalah memperkirakan jarak tempuh dengan memecahkan lama waktu menjadi banyak interval waktu yang singkat, kemudian dikalikan dengan lama waktu tiap interval dengan salah satu kecepatan di interval tersebut, dan kemudian menambahkan total keseluruhan jarak yang didapat. Kosep dasarnya adalah, jika interval waktu sangat singkat, maka kecepatan dalam interval tersebut tidak berubah banyak. Namun, penjumlahan Riemann hanya memberikan nilai perkiraan. Kita harus mengambil sebuah limit untuk mengdapatkan hasil yang tepat.
Jika f(x) pada diagram di samping mewakili kecepatan yang berubah-ubah, jarak yang ditempuh antara dua waktu a dan b adalah luas daerah S yang diarsir.
Untuk memperkirakan luas, metode intuitif adalah dengan membagi jarak antar a dan b menjadi beberapa segmen yang sama besar, panjang setiap segmen disimbolkan Δx. Untuk setiap segmel, kita dapat memilih satu nilai dari fungsi f(x). Nilai tersebut misalkan adalah h. Maka luas daerah persegi panjangan dengan lebar Δx dan tinggi h memberikan nilai jarak yang ditempuh di segmen tersebut. Dengan menjumlahkan luas setiap segmen tersebut, maka didapatkan perkiraan jarak tempuh antara a dan b. Nilai Δx yang lebih kecil akan memberikan perkiraan yang lebih baik, dan mendapatkan nilai yang tepat ketika kita menngambil limit Δx mendekati nol.
Simbol dari integral adalah
, berupa S yang dipanjangkan (singkatan dari “sum”). Integral tertentu ditulis sebagai
dan dibaca “Integral dari a ke b dari f(x) terhadap x.”
Integral tak tentu, atau anti derivatif, ditulis:
.
Oleh karena turunan dari fungsi y = x2 + C adalah y ‘ = 2x (di mana C adalah konstanta),
.
Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua operasi yang saling berlawanan. Lebih tepatnya, teorema ini menghubungkan nilai dari anti derivatif dengan integral tertentu. Karena lebih mudah menghitung sebuah anti derivatif daripada mengaplikasikan definisi dari integral, teorema dasar kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung integral tertentu.
Teorema dasar kalkulus menyatakan: Jika sebuah fungsi f adalah kontinu pada interval [a,b] dan jika F adalah fungsi yang mana turunannya adalah f pada interval (a,b), maka
Lebih lanjut, untuk setiap x di interval (a,b),
untuk itu turunan parsial banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari
Add a comment Oktober 14, 2009
*Resiko yang mungkin terjadi pada proyek TI
Pada saat menangani proyek, tidak akan mungkin semua berjalan dengan mulus, kesiapan sumber daya manusia perusahaan maupun kualitas konsultan sebagai mitra kerja sama belum tentu menjamin keberhasilan implementasi sebuah proyek teknologi informasi.
Pada ancaman teknologi contohnya:
Faktor alam, perbuatan manusia yang dapat menyebabkan kerugian vulnerabilities merupakan kelemahan dari keamanan sistem informasi yang dapat menjadi anacaman, sebagai contoh : Membuat password yang mudah di ketahui orang lain, database tidak dilindungi dengan password.
Add a comment September 25, 2009
Komentar Dunk
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
2 komentar September 7, 2008






